Bayangan kejadian itu terlintas lagi di bayangan
Nampaknya terlalu bodoh untuk tetap menghadirkan sosokmu dalam hidupku
Kamu yang sudah tidak pernah lagi kulihat sejak 17 tahun lalu
Kamu yang hanya kuingat nama panjang dan wajah kecilnya
Entah seperti apa wajahmu setelah 17 tahun itu
Sekeras apapun usahaku untuk berhenti,semua terasa terpental kembali
Dan mengembalikan aku ke tempat semula
Tempat dimana semua bayangan berisi kamu
Ingin sekali melihat wajah mu yang sekarang
Wajah yang dulu setiap paginya selalu memberiku sekotak susu coklat
Kamu kirimkan dengan tulisan-tulisan yang membuatku selalu tersenyum membacanya
Mungkin yang lain berpikir rasa itu hanya sementara untuk anak seumuran kita dulu
Tapi tidak buatku, semua tersimpan manis dalam kenangan yang terbungkus rapih
Aku selalu menghadirkan kamu dalam semua peristiwa yang ku anggap penting
Gila memang kedengarannya.....tapi itulah kenyataannya yang terjadi
Kamu pergi dan menitipkan kertas yang aku benci membacanya
Mengapa kita jadi begitu?
Entah apapun dulu masalah yang ada
Aku mau kita bertemu
Hanya ingin sekedar mengucap kata maaf jika dulu aku salah berucap
Hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja sekarang
Dan hanya ingin terakhir kali melihat matamu yang dulu selalu menenangkan
Bukan untuk kembali
Tak ada penyesalan
Aku bahagia Tuhan mengirimkan kamu ke dalam cerita hidupku walau hanya sebentar
-Untuk kamu teman masa kecilku-
No comments:
Post a Comment